Kamis, 08 Maret 2012


Semoga bisa lebih banyak lagi Orang - Orang yang ada didalam foto ini,,,

Nanti kita ketemu lagi yaa di Pernikahan NiLA......Sabtu, 17 Maret 2012

Jumat, 21 Januari 2011

Ungu - 1000 kisah satu hati - Hakikat Cinta


kau berikan untukku
satu alasan untukku tetap di sini
senyumanmu memburu hatiku
menyadarkan jiwaku ku tak sendiri
menemani batinku yang kadang sepi
kau keindahan yang nyata untukku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kau bisikkan untukku
seuntai kata terangkai begitu merdu
menyejukkan jasadku yang hangat
saat peluh membasahi raga ini
saat hati tak tahu kemana lagi
kau keindahan yang nyata
hingga waktu kan menutup mataku

reff:
karena kau buktikan untukku
satu kisah tentang kita
yang teramat indah 'tuk terlupa
sempurna bukan milik kita
namun kau selalu ada untukku
lengkapi hidupku dengan indah

ooh dengan indah

hakikat 'tuk mencinta
tak pernah luput dari kenyataan
bahwa kita tak selalu tertawa
bersama, berdua, tanpa air mata
yang menghiasi hidupmu dan hidupku

bukankah cinta datang karna kita berdua
jalani hari lengkapi hati
dengan senyum dan tangis bersama ooh

repeat reff

ooh dengan indah
ooh dengan indah

Minggu, 05 Desember 2010

_Doa Akhir Tahun & Awal Tahun _


Doa Akhir Tahun

Bacalah doa ini tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah. Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.

Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa Awal Tahun

Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu'min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni

ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Minggu, 21 November 2010

Nasihat,,,


Menjelang zuhur perjalanan mau balik ketempat kerja,aku disapa seorang Bapak yang bertanya ade mau kemana?tanya bapak itu pada ku,
aku jawab mau ketebet pak,,sama dengan saya jawab bapak itu kami pun ngobrol sambil nunggu kereta. Didalam obrolan kami pun aku bener-bener mendapat nasihat yang buat aku semangat lagi tuk bisa kerja dan ada ingin punya usaha sendiri,,
bapak itu bilang,,,
*tuk bisa punya usaha sendiri memang kita harus kerja dengan orang lain dulu,,belajar,,belajar,,belajar dari usaha dari orang itu yakin kamu bisa punya usaha sendiri nanti,,tu jadi orang besar kita harus mulai hal yg kecil...
*untuk sekarang syukurin yang telah kamu dapat walau hasil yang kamu dapat itu kecil
*Keinginan yang ada sekarang buat itu motivasi kamu buat kedepannya
nasehat bapak itu dari obrolan yg sedarhana,,sesampainya distasiun yang kami tuju aku berpapasan lagi aku pun beranikan diri tuk tanya nama bapak itu,,Bapak Idrus panggil saja dia pun tanya nama aku..akupun dirangkulnya seperti anaknya dia pun mendoakan aku "sukses tuk mu nak" aku pun tersenyum dan aku bilang temakasih pak,,

tuk bapak makasih tuh nasihat hari ini dari sudut stasiun

Minggu, 14 November 2010

TOURING THE SURGA (Jalan-jalan di Surga)

☿☣☺☯☣☢☠☏☣☏☠☢☣☯☺☣☿

TOURING THE SURGA

(Jalan-jalan di Surga)


Dear : Some One Who so special 4me


Bagian I


Oke dech … qt review cerita yang mungkin udah pernah U denger sebelumnya (tp g’ pa2 deh). Suatu saat nanti …. Anggap aja Qt udah pindah alam dari alam dunia ke alam akhirat (jd U ANggep aja diri U dah MATTIII…… he…he…wkwkwkw :D :P 


Anggep aja Qt sedang TOURING (Jeng2) nyampe perbatasan antara surga dan neraka …. Aliazzz lagi di tepi “Jembatan Penyebrangan 1 arah : Shirotol Mustaqim/jalan yang luruzz. Kakek2 Q bilang jembatan ini kueccilll buanggget kayak rambut yang paleng kecil trus dibagi jd 7. . . . weeeeeehhh kira2 brapa milimeter yaa???. Pokoknya Kecil banget deh yang fungsinya nyebrang ke surga yg di bawahnya ada “ANNARR/NeRaKa” that sooooo hooootttt.


Besok ada golongan yang dijemput langsung ama malekat yg dikirim langsung Allah KHUSUS BUAT Mreka. Singkat cerita golongan itu dibawa si malekat buat ke surga. Enak bngt kali yaaa….. tour to surga….


Sampek di halaman surga golongan tu terkagum-kagum ama emper/teras surga yg begitu megah+agung+prestisius dngn pintu2 buwat masuk ke surga. Katanya sich klo mau masuk kuncinya……???? makanya diapalin tu kalimat biar besok ga’ lupa, syangkan klo dah jauh2 lewatin neraka, pas udah sampek di depan pintunya (Surga) malah2 lupa PASSWORD-nya.


Golongan itu langsung bertanya ama mleikat (baca:malaikat) : KAT22 pintu surga kok gede tinggi&lebar bnget sich….????itu baru pntu luwarnya kan? Apalagi dlemnya surga ya KAT???

Malaikat: GUBTIJ (Gak Usah Banyak Tanya….:ikut ja …..ayo…..).


Mereka pun masuk surga. Baru menginjakan kakinya di tanah surga, udah begitu nyaman bgt. Udaranya sejuk walpun g’ pake AC. Hangat tak menyengat, terang g’ menyilaukan, tenang mendamaikan hati. Pueennnaaakkk banggettt.

Golongan itu bilang “kita di sini sebentar ya KAT…. Enak banget rasanya ;)  , di sini tanahnya lembut bgt, enakkan di kaki…. Jd males jalan ih ….   >:).

MAlekat :eee….eettt222 Qt blon sampe 7an … ayo jalan lagi …

Golongan : Appaaa…??blon sammpee???  padahal disinikan enak buangget …. Masak di dalam sana (surga) masih ada yg lebih enak lagi dari pada ini ? enak ya , dolo pas ada di dunia blon pernah ada kenikmatan yang kayak ini. Oke dech KAT Qt ikut aja .

Malekat : GUBTIJ


Merekapun berjalan terus melewati kebun-kebun surga,

Golongan: KAT2 itu pOhOn apa sih ? keliatannya seger banget. Pohonya Pendek, tinggal ambil aja ya… gak usah jinjit2 apalagi manjat2 segala…    padahal pas di dunia aku slalu kesulitan buat me2tik mangga tetangga karena aku terlalu pendek. BOLEH ngambil gak KAT ???.

Malekat : GUBTIJ

Golongan: Tapi entar boleh ya ngambil satu…. :D :D :O


Mereka melewati 4 sungai2 yg ga’ pernah kering isinya. Ada rasa tawar+seger (air), manis karena isinya madu, ada juga rasa susu segar dan arak yang gak bikin klenger/mabok. Sungai itu isinya dingin dan menyejukkan tenggorokan, gak pernah kering + slalu mengalir dengan derasnya. Pokoknya bikin ngiler orang-orang yang melihatnya… 

Golongan: KAT2 sungainya kok buagus banget ya… :O:O:O ada 4 jalur sungai, boleh mamper ke situ gak ? Qt jd pengen ngicipin rasanya nih, dari mati ampe sekarang belom pernah makan / minum apa2…. Nih sampe ngiler gini. :q :q

Malekat : Qt Belom sampe 7an. Ayo jalan lagi, GUBTIJ

Golongan: . 

Mereka untuk saat ini Cuma bisa menelan air liur sambil NGEDUMEL+NgeGruNDEL pada malaikat yg gak ngijinkan mereka buat ngicipin isi sungai itu yg …. Sumpah deh rasanya keliatan uenakkk banget+sejuk+segar+nikmatnya … unlimited. Saking enaknya…pokoknya gak pernah kebayang di pikiran. It so dilicius….*-*. Tapi gak pa2 deh … BIASANYA BERAKIT2 KE HULU, BRENANG2 KETEPIAN. BERSAKIT2 DOLO BARU ……


Mereka udah sampe di depan gerbang pintu suatu istanah yang buaguss banget, megah dari luar.

Golongan: KAT2 itu istanah siapa sih KOK Gede+Bagus banget? Gerbangnya aja berkilau kaya ZAMRUD, klo dijual pasti mahal.

Malekat : GUBTIJ


Mereka jadi bersenang ria. Kelihatannya pepatah di atas mulai keliatan benernya. Setelah melewati gerbang, mereka langsung melaju ke istanah melewati kebun2 dengan bunga2, pohon dengan buah2, rerumputan yang segar menghiasi semerbak tanaman lain. Ditambah lagi lantunan lagu yang dilantunkan oleh para bidadari yang menghanyutkan pendengarnya bikin suasana jadi SOOO NICE pokoknya.

Golongan: Waaahhh betapa senangnya ya pemilik rumah itu, punya kebun2 yang sangat menabjukkan. Kalo kebun itu aja udah bagus, gimana ya dalemnya istina itu ???

Malekat : GUBTIJ


Ternyata apa yang mereka bayangkan bener : istanah itu …… jempol …. Mereka melihat setiap sudut dan ruangan dari istanah dipandu oleh malaikat (sekarang critanya si malaikat lagi pindah pekerjaan jadi GUIDE ;)

Malekat : Oke deh sekarang kita udah nampe salah satu 7an kita. Istanah ini adalah salah satu balasan bagi orang-orang yg slalu setia pada kebaikan kayak : ibadah Sholat. Klo istana sebelah sana buat orang2 yg suka bershodaqoh. Yg itu buat org2 sabar. Yang di situ buat para pencari ilmu. Oyaaa klo yang tadi buat yang suka ngajak+nyuruh2 orang buat berbuat kebaikan. Pokonya setiap kebaikan yang udah dilakukan di dunia bakalan dibalas di sini dengan balasan yang jauh lebih gede. Semua itu dengan syarat harus percaya +malupada tuhan semesata alam yaitu ALLAH SWT.


Singkat cerita mereka udah muter2-keliling2 surga dari a-z, dari pojok timur-selatan-barat-utara udah dijelajahi. Sampe sudut surga pun udah diambah (itupun klo surga ada sudut+pojokannya .

Malekat : Gimana udah puas Touring the surga ? Udah puas muter2 di surga? Klo udah ayo ke 7an terakhir ….    !!!

Golongan: Udah KAT, klo boleh tau 7an kita terakhir sebelah mana ??

Malekat :  :D  ntar juga tau … ayo kita ketempat kamu !

Golongan: Bikin penasaran aja nihhhh… kemana KAT?? Pasti bagus banget ya… udah gak sabar aku ke sana …. Mau makan + minum sepuasnya. . . .   :D (manusia : dah keliatan serakahnya )

Malekat : Ayo langsung ke pemberangkatan terakhir NERAKA … :!!!???

-={ to be countinous}=-

******%$#@!)(*&^^%$#@!*******


Bagian II


Golongan: What …. ??!!! Apa2an nih ? gak usah bercanda gitu lah KAT… 

Malekat : Ya enggaklahhh … inikan yg nyuruh tuhan. Q Cuma melakukan tugas doing…eee doang:)

Golongan: Neraka … ?? Ogah ...ah wektu di dunia q kan rajin buanget sholat, jakat, sedekah, nyantunin anak yatim, cari ilmu, ngajak kebaekan, POKOKNYA alaman ..eee amalan baik q segudang deh …  oyaa satu lagi aku juga kerep ngajak temen2 berbuat baik n ninggalin peruatan dosa loooo… :D:D

Malekat : EgEpE-EgEpE… q kan Cuma manut dawuh+perintah tuhan aja … ayo cepet Qt ke NERAKA.

Golongan: Gak bisa gitu donk KAT …. Klo mau bukti silahkan dibuka catatan amal Q.

Malekat : GUBTIJ


Terjadilah percekcokan antara golongan itu melawan Malekat (jadi rame deh surganya…). Karena malaikat udah kalah TKO ia langsung lapor pada tuhan dan melaporkan apa yang terjadi (padahal tuhan udah tahu semuanya sejak awal ttg apa yang belum dan udah terjadi).

Tuhan: Ya udah KAT suruh mereka kesini… ngadep ke Q.

Malekat: Oke bOSSS.


Dibawalah Golongan itu ngadep tuhan dan melaporkan apa yg terjadi antara mreka. Komplet dari A-Z.

Golongan: Tuhan wektu di dunia kita kan orang2 yg baek, suka melakukan kebaikan kaya xxxxxxxx ini itu banyak sekali …, mosok diagak masuk neraka ama malaikat ??? ogah ahhh… klo tuhan gak percaya silahkan liat catatan amal q ;););0:0;0


Tuhan : Q dah tau Semuanya

Golongan: Ya Tuhan langsung aja … mosok q mau dibawa ke Neraka, Apa gak salah tuh? Emang apasih yg ngebuat Qt mau dimasukin ke NERAKA … ??? Perasaan pas Di dunia Qt BUAANYYAK NGELAKUIN PERKARA2 KEBIKAN, AKEH BANGET MALAHAN..!!???.

Tuhan : I yaaa bener kalian wektu di dunia emang suka ngelakuin perkara baik. Suka sedekah di depan banyak orang, suka jamaah+sholat sunah juga. Giat cari ilmu2 dan ngajak kebaikan+ninggalin perbuatan buruk... ya gak ??

Golongan: So pasti Tuhan … bener banget :D :D

Tuhan : setelah Sedekah kamu dapat pujiankan ??

Golongan: Iya Tuhan :D :D

Tuhan : setelah Solat kamu dapat Sanjungankan ?? Setelah ngajak kebaikan kamu dapat nama di muka manusia2 itukan ?? Senengkan Dapat Pujian?

Golongan: …. :D :D :O. klo begitu mana surga bagian Q yg Engkau janjikan itu ??

Tuhan : KAMU UDAH DAPAT BALASANNYA DI DUNIA (dpt pujian), sedangkan di sini U gak dpt bagian apa lagi.

Golongan: KOK BISA GIMANA tuhan ?? ;( :( :( :(

Tuhan : Oke deh … bakal aku ungkapin alesannya. APAKAH KAMU MELAKUKAN PERBUATAN2 BAIK ITU KARENA AKU?? BUKANKAH KAMU CUMA MENGHARAP SANJUANGAN AJA ??

Golongan: ;( :( :( :( :O

Tuhan : Innntinya cuma satu : KAMU RAJIN BERBUAT BAIK KLO ADA MANUSIA YG NGELIAT KAMU TAPI KETIKAN KAMU MERASA GAK ADA YG LIAT KAMU, GAK TANGGUNG2 + GAK MALU2 KAMU MELAKUKAN PERBUATAN2 YG Q LARANG + GAK SEGAN2 KAMU TERJANG PERBUATAN2 DOSA SEAKAN2 AKU (TUHAN) GAK LIAT, SEAKAN2 Q GAK ADA DAN GAK BAKAL NGEBALES SEMUA YG UDAH U LAKUIN. KAYAK SRIGALA BERBULU DOMBA.


Golongan: ;( :( :( :( :O emang mana buktinya ?? perbuatan yg udah q langgar ??

Tuhan : Pake ngeles lagi …. PERNAH NYONTEK? PACARAN? BERBOHONG? BOLOS? Rerumpiin guru? KORUPSI SPP? NINGGALIN SOLAT ?. APA KAMU MALU/takut/ewuh 5Aq WEKTU MELAKUKAN ITU SEMUA? WESSLAHHH …. CEPET KE TEMPAT KAMU YG COCOK BUAT KAMU “N...”

Golongan: ;( :( :( :( :O



Sumber : Inspirated Of book “Al-Hikam” by Ibnu Athooillah /: (Kuliah Ma'rifat : 112-116)

Jumat, 23 Juli 2010

Comblangin Yuk! (bag. Ke-2)




“Keridhaan Allah ada pada keridhaan orangtua. Dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orangtua. Apakah ini berarti, jika kita telah memilih seseorang, lalu orangtua tidak suka, itu artinya adalah sebuah petunjuk bahwa Allah juga tidak suka dengan pilihan kita?” Itu adalah pertanyaanku pada suatu hari kepada seorang ahli ilmu. Bila memang iya, lalu mengapa aku temui beberapa kejadian yang berbeda?

Dulu ketika aku masih SD, aku tahu benar ada orang yang mengenalkan seseorang kepada orangtuanya. Tetapi orangtuanya tidak suka. Lalu menikahlah ia dengan seseorang yang disukai orangtuanya. Kemudian kehidupan rumahtangganya berjalan. Memiliki anak-anak, rumah, kendaraan, dan seterusnya. Tapi sesuatu terjadi (entah benar atau tidak hanya Allah yang Tahu): pasangan hidupnya itu melakukan perbuatan yang tidak baik dengan wanita lain.

Cukup aku ceritakan satu kejadian saja. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan kisah ini agar Allah membentengi kita dari kisah-kisah semacam ini. Lalu kita menelaah, dan mengambil pelajarannya.

Pertanyaan yang masih mengambang adalah: “Bila memang benar orangtua telah ridha, mengapa terjadi seperti ini? Bukankah keridhaan Allah akan selalu memunculkan keberkahan-keberkahan dalam hidup?”

Akan selalu dan selamanya, kedudukan orangtua tidak ada yang bisa menggantikan. Mereka berada di posisi yang tertinggi, yang tidak akan bisa tergantikan bahkan oleh kedudukan Kaisar maupun Raja-raja. Posisi itu Allah yang menentukan. Dikokohkan dengan ketentuan dari Sisi-Nya. Posisi yang terhubung dengan kehidupan dunia dan akhirat kita.

Jika kita benar-benar fakir, andai orangtua kita berdoa kepada Allah agar kita diberi karunia dan kelimpahan, mungkin tanah-tanah yang kita cangkuli setiap pagi bisa berubah menjadi bongkahan-bongkahan emas. Dan andai orangtua marah, sebanyak apapun kekayaan kita, jika mereka berdoa kepada Allah, maka seketika itu juga seluruh kedudukan dan kekayaan bisa lenyap dengan tiba-tiba.

Pada posting pekan kemarin, kami mengambil satu konklusi awal: “SELURUH ORANGTUA DI MUKA BUMI, DOA-DOA MEREKA KEPADA ANAK KETURUNANNYA AKAN CEPAT DIKABULKAN, ENTAH ITU DOA BAIK ATAU DOA BURUK. ITU TERJADI KARENA KEDUDUKAN KHUSUS MEREKA DIANTARA SEMUA MANUSIA.”

Lalu apa jawaban dari kasus di atas atau yang serupa dengan itu?

Hukum awalnya adalah “BIRRUL WALIDAIN” (berbuat baik kepada orangtua). Tapi hukum ini kemudian memiliki aturan-aturan yang khusus. Dan setidaknya aturan khusus ini ada pada beberapa hal: pada masalah aqidah, hukum waris, puasa, haji, jihad dan pernikahan.

Sebakti apapun kita kepada orangtua, andai kita akan selalu menaati keinginannya, jika mereka meminta kita untuk menyekutukan Allah, kita tidak boleh taat. Misal: demi alasan taat kepada orangtua dan tidak mau menyakiti hatinya, kita mau saja jika orangtua mengajak kita mendatangi seorang dukun/ kahin. Atau melakukan ritual-ritual yang berisi kesyirikan.

Atau jika atas dasar ingin berbuat baik kepada orangtua dan tidak ingin menyakiti hati orangtua, pada saat pembagian waris, seorang anak tidak mau diikutkan dalam pembagian itu dan ingin agar seluruh harta diberikan saja seluruhnya kepada ibunya/ ayahnya, agar mereka senantiasa bahagia dan tidak pernah kekurangan. Kita tidak boleh melakukan itu.

Aturan telah ada, bahwa anak mendapatkan sekian persekian dari harta waris. Pembagian itu harus diterima dulu oleh seorang anak, perihal bila setelah pembagian dimana bagian anak akan di-hibah-kan (diberikan) seluruhnya kepada ayah/ ibunya, itu urusan yang berbeda.

Begitupun dalam masalah pernikahan. Surat Al Baqarah ayat 232 yang kemarin kita pelajari, pernah digunakan sebagai dasar oleh seorang ulama untuk menganjurkan orangtua agar tidak menghalang-halangi bila anaknya suka sama suka dengan orang yang telah dipilihnya.

Setidaknya yang terjadi di masyarakat, ketidaksukaan orangtua terhadap pilihan anaknya ada pada kekurangan harta orang yang dipilih anaknya, atau perbedaan derajat orang yang telah dipilih anaknya, dan sedikit sekali penolakan orangtua yang berdasar pada ketidak cantikan/ tampanan wajah, apalagi agama.

Aturan ini sebetulnya ada. Lihatlah aturan “Kufu’ dalam pernikahan”. Sebuah landasan bagi orangtua/ wali untuk menerima atau menolak orang pilihan anaknya.

Sebagian Ulama sepakat bahwa Kufu’ (kesepadanan) itu dalam SIKAP HIDUP YANG LURUS DAN SOPAN. Bukan kesepadanan dalam hal kekayaan, keturunan atau pekerjaan.

Temanku pernah bercerita, bahwa ia mendapati beberapa kasus percerian karena diawali dengan perbedaan derajat sosial kedua pasangan itu. Bahkan temanku mengambil contoh dari kasus perceraian antara Zainab binti Jahsyi dari golongan Bangsawan Quraisy yang menikah dengan Zaid bin Haritsah yang pernah menjadi budak. Karena itu temanku itu selektif benar ketika harus men-comblangi dua orang. Dia berusaha hati-hati sekali, karena perbedaan strata sosial itu bisa menjadi penyebab keretakan.

Aku memang pernah membaca beberapa pendapat ulama. Sebetulnya siapapun boleh menikahi siapa saja kecuali yang diharamkan. Tapi ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa lelaki yang fakir diusahakan untuk tidak dinikahkan dengan perempuan dari golongan bangsawan yang kaya raya. Tujuannya hanya satu: Karena si perempuan dilahirkan dalam kelimpahan yang membentuk kebiasaan hidupnya, sehingga apabila dinikahkan dengan lelaki yang fakir, dikhawatirkan si lelaki fakir TERBEBANI oleh nafkah kepada istrinya. Meskipun pernikahan ini tidak diharamkan.

Bahkan temanku yang lain pernah bercerita, beberapa perceraian terjadi tidak hanya karena perbedaan strata sosial, tapi karena ketidakmampuan suami memberi nafkah harta.

Aku memiliki seorang teman yang sangat luar biasa. Ia menikahi seseorang yang sakit, terpuruk, gagal. Tidak hanya itu, saat meminta ridha dari ibunya, ibunya sedikitpun tidak ridha dengan lelaki pilihan anaknya. Pernikahan itu harus dibatalkan, dan mereka harus bercerai. Belum berhenti di situ, ibunya sempat mengucapkan kutukan atas pernikahan mereka.

Seharusnya yang terjadi adalah bencana-bencana, karena pernikahan mereka dikutuk oleh ibunya. Tetapi tidak terjadi apa-apa. Pernikahan mereka semakin bahagia, kesehatan istrinya semakin membaik, dan ekonomi mereka (meskipun jatuh bangun) mulai menemukan ritmenya.

Apa yang terjadi? Bukankah keridhaan Allah ada pada keridhaan orangtua, dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orangtua? Mengapa tidak terjadi apa-apa?

Karena Allah telah membuat aturan yang Ia ridhai:
“Jika datang kepadamu (orangtua/ wali) lelaki yang agama dan akhlaknya kamu sukai, maka kawinkanlah dia….(dan seterusnya)”.

Dan ayahnya telah berbuat benar. Ia menikahkan lelaki itu dengan anak perempuannya. Sedangkan ibunya memiliki keinginan dan kriteria yang lain dari ini.

Kesimpulan:
Hak Memilih bagi seorang anak itu diakui dalam Islam. Dan hendaknya orangtua tidak melakukan paksaan kepada mereka.

“Seorang gadis pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, ‘Sesungguhnya bapakku telah mengawinkan aku dengan saudaranya, agar dengan itu terangkat martabatnya.’ Kata Abdullah, ‘Rasulullah SAW menyerahkan urusannya kepada gadis itu.’

Kemudian gadis itu berkata, ‘Saya mengizinkan tindakan bapakku. Tetapi yang aku kehendaki, adalah AKU INGIN MEMBERITAHUKAN KEPADA KAUM WANITA BAHWA BAPAK-BAPAK ITU TIDAK MEMPUNYAI APA-APA DALAM URUSAN PERKAWINAN INI.’” (dalam riwayat Ibnu Majah). Wallahu a’lam.

Comblangin Yuk! (bag. Ke-3)


Anda mungkin sedikit terkejut dengan ucapan Umar bin Khattab r.a. di bawah ini:

“Karena sesungguhnya memang sedikit sekali rumah tangga yang dibina ATAS DASAR CINTA. Akan tetapi masyarakat mendahulukan masalah nasab daripada Islam.”

Di zaman itu, masalah yang banyak terjadi di zaman kita ini sudah pernah terjadi. Masing-masing orangtua/ wali lebih memilih nasab/ keturunan ketika menyetujui/ tidak menyetujui manakala seorang anak telah memilih.

Apa yang diucapkan Umar bin Khattab r.a. diatas adalah sebuah jawaban beliau manakala Ibnu Abi Udzrah mengadukan perilaku istrinya.

Dia mengadukan, istrinya telah berkata bahwa meskipun ia sudah menikah dengannya, ia tidak suka kepadanya.

Lalu Umar menanyakan akan benar tidaknya ucapan istrinya itu. Dan istri Ibnu Abi Udzrah berkata:
“Sesungguhnya akulah orang yang pertama taubat dan kembali kepada agama Allah. Sesungguhnya dia (Ibnu Abi Udzrah) yang bertanya kepadaku dan aku merasa berat untuk berdusta (untuk berkata bahwa ia menyintainya). Maka apakah aku harus berdusta, wahai Amirul Mukminin?”

Mendengar itu Umar bin Khattab r.a. menasehatinya:
“Ya, berdustalah jika seorang diantara kamu (istri-istri) tidak suka kepada seseorang diantara kami (suami), janganlah menceritakannya kepadanya. Karena sesungguhnya memang sedikit sekali rumah tangga yang dibina atas dasar cinta. Akan tetapi masyarakat mendahulukan masalah nasab daripada Islam.”

Dalam tiga tema awal ini, kami mencoba untuk mencari bahwa sebenarnya benar atau tidak perilaku seorang anak bila ia harus tidak suka dengan pilihan orangtuanya. Berdosakah atau tidak, bila seorang anak memiliki pilihannya sendiri, yang pilihan itu tidak disukai oleh orangtuanya? Tetap dianggap berbaktikah atau tidak, manakala seorang anak tetap menikah dengan pasangan hidup yang telah ia temukan, yang itu bukan type menantu yang dikehendaki orangtuanya.

Kisah-kisah seperti ini mungkin telah terjadi selama ratusan tahun. Kadang ada yang berulang, tapi mungkin sedikit yang mau mengambil pelajaran. Kisah-kisah seperti ini beberapa kali telah menyebabkan fitnah (bencana-bencana).

Padahal di dalam hidup, kita harus berusaha semampu kita untuk mencari apa-apa yang mendatangkan kemanfaatan bagi kita, dan berusaha sekuatnya untuk menghindari apa-apa yang mendatangkan kemudharatan.

Karena bencana yang dialami oleh orang-orang yang pilihannya tidak disetujui oleh orangtua/ walinya, teladan-teladan agung telah memperlihatkan kepada kita apa yang mereka perbuat:

Beberapa posting yang lalu, kami pernah menyampaikan, Betapa Abu Bakar r.a. manakala mendengar ada seorang gadis yang menyukai seseorang, beliau langsung membeli gadis itu (karena dia seorang budak), lalu dimerdekakannya, kemudian gadis sahaya itu diantar menuju rumah orang yang ia sukai, agar mereka bisa menikah. Lelaki itu adalah Muhammad bin Al Qasim bin Ja’far bin Abu Thalib. Setelah perempuan itu diantar kepadanya, dia berkata, “Wanita adalah cobaan bagi kaum laki-laki. Berapa banyak orang terhormat meninggal dunia karena wanita, dan berapa banyak orang yang sehat menjadi sakit karena wanita.”

Bahkan beberapa Khulafa’ur Rasyidin dan dan orang-orang sesudah mereka, mereka mempertemukan orang yang saling suka.

Muawiyyah bin Abi Sufyan pernah membeli budak wanita dari Bahrain. Ia menyukainya, dan ia ingin menikahinya. Tapi rupanya wanita itu menyukai orang lain, dan ketika mendengar itu, Muawiyyah tahu bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, kemudian ia mengembalikan budak itu, agar ia menikah dengan orang yang disukainya itu.

Abu Bakar r.a. pernah memerintahkan anak lelakinya untuk menceraikan istrinya, Atikah binti Zaid. Dan itu bukan sebuah hal yang ringan, karena ia sangat mencintai istrinya. Ia suka karena istrinya itu perempuan yang akhlaknya sangat baik dan perilakunya sangat lembut. Dengan terpaksa, ia ceraikan istrinya itu. Tapi ketika ayahnya melihat bahwa Abdullah menderita akibat perceraian itu, ia kemudian memerintahkan anaknya untuk rujuk dengan istrinya. Lalu mereka pun bersatu kembali.

Amirul Mukminin Al Mahdy, suatu hari kemahnya didatangi oleh seorang badui. Ibunya adalah budak, yang bukan berasal dari Arab. Badui itu menyukai seorang perempuan, tetapi ayah perempuan itu tidak menyukainya, karena masalah derajat dan keturunannya itu. Lalu ia menyuruh agar ayah dari perempuan itu dihadapkan kepadanya.

Saat sudah berada di hadapannya, Amirul Mukminin Al Mahdy berkata, “Mereka adalah anak-anak Al Abbas dan ibu mereka adalah budak yang bukan berdarah Arab. Tapi apa yang merugikan mereka jika memang keadaannya seperti itu?”

Ayah gadis itu menjawab, “Hal itu dianggap aib di kalangan kami.”

Lalu Al Mahdy memberikan uangnya sebanyak 20.000 dirham kepada ayah perempuan itu dan berkata, “Kawinkan pemuda itu dengan putrimu, dengan uang 20.000 dirham. 10.000 dirham untuk menebus aib itu dan 10.000 lagi sebagai mas kawinnya.”

Dan ini semua adalah jawabanku, ketika temanku bertanya: “Kenapa kamu melakukan semua ini? Mengapa kamu mau membantuku mendekatkanku kepada orang yang aku sukai?”

Lalu aku menjawab lagi, “Bahkan di zaman dahulu, urusan ini sampai menjadi urusan Amirul Mukminin.”

Wallahu a’lamu bishshowaab.