Minggu, 05 Desember 2010

_Doa Akhir Tahun & Awal Tahun _


Doa Akhir Tahun

Bacalah doa ini tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah. Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.

Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa Awal Tahun

Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu'min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni

ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Minggu, 21 November 2010

Nasihat,,,


Menjelang zuhur perjalanan mau balik ketempat kerja,aku disapa seorang Bapak yang bertanya ade mau kemana?tanya bapak itu pada ku,
aku jawab mau ketebet pak,,sama dengan saya jawab bapak itu kami pun ngobrol sambil nunggu kereta. Didalam obrolan kami pun aku bener-bener mendapat nasihat yang buat aku semangat lagi tuk bisa kerja dan ada ingin punya usaha sendiri,,
bapak itu bilang,,,
*tuk bisa punya usaha sendiri memang kita harus kerja dengan orang lain dulu,,belajar,,belajar,,belajar dari usaha dari orang itu yakin kamu bisa punya usaha sendiri nanti,,tu jadi orang besar kita harus mulai hal yg kecil...
*untuk sekarang syukurin yang telah kamu dapat walau hasil yang kamu dapat itu kecil
*Keinginan yang ada sekarang buat itu motivasi kamu buat kedepannya
nasehat bapak itu dari obrolan yg sedarhana,,sesampainya distasiun yang kami tuju aku berpapasan lagi aku pun beranikan diri tuk tanya nama bapak itu,,Bapak Idrus panggil saja dia pun tanya nama aku..akupun dirangkulnya seperti anaknya dia pun mendoakan aku "sukses tuk mu nak" aku pun tersenyum dan aku bilang temakasih pak,,

tuk bapak makasih tuh nasihat hari ini dari sudut stasiun

Minggu, 14 November 2010

TOURING THE SURGA (Jalan-jalan di Surga)

☿☣☺☯☣☢☠☏☣☏☠☢☣☯☺☣☿

TOURING THE SURGA

(Jalan-jalan di Surga)


Dear : Some One Who so special 4me


Bagian I


Oke dech … qt review cerita yang mungkin udah pernah U denger sebelumnya (tp g’ pa2 deh). Suatu saat nanti …. Anggap aja Qt udah pindah alam dari alam dunia ke alam akhirat (jd U ANggep aja diri U dah MATTIII…… he…he…wkwkwkw :D :P 


Anggep aja Qt sedang TOURING (Jeng2) nyampe perbatasan antara surga dan neraka …. Aliazzz lagi di tepi “Jembatan Penyebrangan 1 arah : Shirotol Mustaqim/jalan yang luruzz. Kakek2 Q bilang jembatan ini kueccilll buanggget kayak rambut yang paleng kecil trus dibagi jd 7. . . . weeeeeehhh kira2 brapa milimeter yaa???. Pokoknya Kecil banget deh yang fungsinya nyebrang ke surga yg di bawahnya ada “ANNARR/NeRaKa” that sooooo hooootttt.


Besok ada golongan yang dijemput langsung ama malekat yg dikirim langsung Allah KHUSUS BUAT Mreka. Singkat cerita golongan itu dibawa si malekat buat ke surga. Enak bngt kali yaaa….. tour to surga….


Sampek di halaman surga golongan tu terkagum-kagum ama emper/teras surga yg begitu megah+agung+prestisius dngn pintu2 buwat masuk ke surga. Katanya sich klo mau masuk kuncinya……???? makanya diapalin tu kalimat biar besok ga’ lupa, syangkan klo dah jauh2 lewatin neraka, pas udah sampek di depan pintunya (Surga) malah2 lupa PASSWORD-nya.


Golongan itu langsung bertanya ama mleikat (baca:malaikat) : KAT22 pintu surga kok gede tinggi&lebar bnget sich….????itu baru pntu luwarnya kan? Apalagi dlemnya surga ya KAT???

Malaikat: GUBTIJ (Gak Usah Banyak Tanya….:ikut ja …..ayo…..).


Mereka pun masuk surga. Baru menginjakan kakinya di tanah surga, udah begitu nyaman bgt. Udaranya sejuk walpun g’ pake AC. Hangat tak menyengat, terang g’ menyilaukan, tenang mendamaikan hati. Pueennnaaakkk banggettt.

Golongan itu bilang “kita di sini sebentar ya KAT…. Enak banget rasanya ;)  , di sini tanahnya lembut bgt, enakkan di kaki…. Jd males jalan ih ….   >:).

MAlekat :eee….eettt222 Qt blon sampe 7an … ayo jalan lagi …

Golongan : Appaaa…??blon sammpee???  padahal disinikan enak buangget …. Masak di dalam sana (surga) masih ada yg lebih enak lagi dari pada ini ? enak ya , dolo pas ada di dunia blon pernah ada kenikmatan yang kayak ini. Oke dech KAT Qt ikut aja .

Malekat : GUBTIJ


Merekapun berjalan terus melewati kebun-kebun surga,

Golongan: KAT2 itu pOhOn apa sih ? keliatannya seger banget. Pohonya Pendek, tinggal ambil aja ya… gak usah jinjit2 apalagi manjat2 segala…    padahal pas di dunia aku slalu kesulitan buat me2tik mangga tetangga karena aku terlalu pendek. BOLEH ngambil gak KAT ???.

Malekat : GUBTIJ

Golongan: Tapi entar boleh ya ngambil satu…. :D :D :O


Mereka melewati 4 sungai2 yg ga’ pernah kering isinya. Ada rasa tawar+seger (air), manis karena isinya madu, ada juga rasa susu segar dan arak yang gak bikin klenger/mabok. Sungai itu isinya dingin dan menyejukkan tenggorokan, gak pernah kering + slalu mengalir dengan derasnya. Pokoknya bikin ngiler orang-orang yang melihatnya… 

Golongan: KAT2 sungainya kok buagus banget ya… :O:O:O ada 4 jalur sungai, boleh mamper ke situ gak ? Qt jd pengen ngicipin rasanya nih, dari mati ampe sekarang belom pernah makan / minum apa2…. Nih sampe ngiler gini. :q :q

Malekat : Qt Belom sampe 7an. Ayo jalan lagi, GUBTIJ

Golongan: . 

Mereka untuk saat ini Cuma bisa menelan air liur sambil NGEDUMEL+NgeGruNDEL pada malaikat yg gak ngijinkan mereka buat ngicipin isi sungai itu yg …. Sumpah deh rasanya keliatan uenakkk banget+sejuk+segar+nikmatnya … unlimited. Saking enaknya…pokoknya gak pernah kebayang di pikiran. It so dilicius….*-*. Tapi gak pa2 deh … BIASANYA BERAKIT2 KE HULU, BRENANG2 KETEPIAN. BERSAKIT2 DOLO BARU ……


Mereka udah sampe di depan gerbang pintu suatu istanah yang buaguss banget, megah dari luar.

Golongan: KAT2 itu istanah siapa sih KOK Gede+Bagus banget? Gerbangnya aja berkilau kaya ZAMRUD, klo dijual pasti mahal.

Malekat : GUBTIJ


Mereka jadi bersenang ria. Kelihatannya pepatah di atas mulai keliatan benernya. Setelah melewati gerbang, mereka langsung melaju ke istanah melewati kebun2 dengan bunga2, pohon dengan buah2, rerumputan yang segar menghiasi semerbak tanaman lain. Ditambah lagi lantunan lagu yang dilantunkan oleh para bidadari yang menghanyutkan pendengarnya bikin suasana jadi SOOO NICE pokoknya.

Golongan: Waaahhh betapa senangnya ya pemilik rumah itu, punya kebun2 yang sangat menabjukkan. Kalo kebun itu aja udah bagus, gimana ya dalemnya istina itu ???

Malekat : GUBTIJ


Ternyata apa yang mereka bayangkan bener : istanah itu …… jempol …. Mereka melihat setiap sudut dan ruangan dari istanah dipandu oleh malaikat (sekarang critanya si malaikat lagi pindah pekerjaan jadi GUIDE ;)

Malekat : Oke deh sekarang kita udah nampe salah satu 7an kita. Istanah ini adalah salah satu balasan bagi orang-orang yg slalu setia pada kebaikan kayak : ibadah Sholat. Klo istana sebelah sana buat orang2 yg suka bershodaqoh. Yg itu buat org2 sabar. Yang di situ buat para pencari ilmu. Oyaaa klo yang tadi buat yang suka ngajak+nyuruh2 orang buat berbuat kebaikan. Pokonya setiap kebaikan yang udah dilakukan di dunia bakalan dibalas di sini dengan balasan yang jauh lebih gede. Semua itu dengan syarat harus percaya +malupada tuhan semesata alam yaitu ALLAH SWT.


Singkat cerita mereka udah muter2-keliling2 surga dari a-z, dari pojok timur-selatan-barat-utara udah dijelajahi. Sampe sudut surga pun udah diambah (itupun klo surga ada sudut+pojokannya .

Malekat : Gimana udah puas Touring the surga ? Udah puas muter2 di surga? Klo udah ayo ke 7an terakhir ….    !!!

Golongan: Udah KAT, klo boleh tau 7an kita terakhir sebelah mana ??

Malekat :  :D  ntar juga tau … ayo kita ketempat kamu !

Golongan: Bikin penasaran aja nihhhh… kemana KAT?? Pasti bagus banget ya… udah gak sabar aku ke sana …. Mau makan + minum sepuasnya. . . .   :D (manusia : dah keliatan serakahnya )

Malekat : Ayo langsung ke pemberangkatan terakhir NERAKA … :!!!???

-={ to be countinous}=-

******%$#@!)(*&^^%$#@!*******


Bagian II


Golongan: What …. ??!!! Apa2an nih ? gak usah bercanda gitu lah KAT… 

Malekat : Ya enggaklahhh … inikan yg nyuruh tuhan. Q Cuma melakukan tugas doing…eee doang:)

Golongan: Neraka … ?? Ogah ...ah wektu di dunia q kan rajin buanget sholat, jakat, sedekah, nyantunin anak yatim, cari ilmu, ngajak kebaekan, POKOKNYA alaman ..eee amalan baik q segudang deh …  oyaa satu lagi aku juga kerep ngajak temen2 berbuat baik n ninggalin peruatan dosa loooo… :D:D

Malekat : EgEpE-EgEpE… q kan Cuma manut dawuh+perintah tuhan aja … ayo cepet Qt ke NERAKA.

Golongan: Gak bisa gitu donk KAT …. Klo mau bukti silahkan dibuka catatan amal Q.

Malekat : GUBTIJ


Terjadilah percekcokan antara golongan itu melawan Malekat (jadi rame deh surganya…). Karena malaikat udah kalah TKO ia langsung lapor pada tuhan dan melaporkan apa yang terjadi (padahal tuhan udah tahu semuanya sejak awal ttg apa yang belum dan udah terjadi).

Tuhan: Ya udah KAT suruh mereka kesini… ngadep ke Q.

Malekat: Oke bOSSS.


Dibawalah Golongan itu ngadep tuhan dan melaporkan apa yg terjadi antara mreka. Komplet dari A-Z.

Golongan: Tuhan wektu di dunia kita kan orang2 yg baek, suka melakukan kebaikan kaya xxxxxxxx ini itu banyak sekali …, mosok diagak masuk neraka ama malaikat ??? ogah ahhh… klo tuhan gak percaya silahkan liat catatan amal q ;););0:0;0


Tuhan : Q dah tau Semuanya

Golongan: Ya Tuhan langsung aja … mosok q mau dibawa ke Neraka, Apa gak salah tuh? Emang apasih yg ngebuat Qt mau dimasukin ke NERAKA … ??? Perasaan pas Di dunia Qt BUAANYYAK NGELAKUIN PERKARA2 KEBIKAN, AKEH BANGET MALAHAN..!!???.

Tuhan : I yaaa bener kalian wektu di dunia emang suka ngelakuin perkara baik. Suka sedekah di depan banyak orang, suka jamaah+sholat sunah juga. Giat cari ilmu2 dan ngajak kebaikan+ninggalin perbuatan buruk... ya gak ??

Golongan: So pasti Tuhan … bener banget :D :D

Tuhan : setelah Sedekah kamu dapat pujiankan ??

Golongan: Iya Tuhan :D :D

Tuhan : setelah Solat kamu dapat Sanjungankan ?? Setelah ngajak kebaikan kamu dapat nama di muka manusia2 itukan ?? Senengkan Dapat Pujian?

Golongan: …. :D :D :O. klo begitu mana surga bagian Q yg Engkau janjikan itu ??

Tuhan : KAMU UDAH DAPAT BALASANNYA DI DUNIA (dpt pujian), sedangkan di sini U gak dpt bagian apa lagi.

Golongan: KOK BISA GIMANA tuhan ?? ;( :( :( :(

Tuhan : Oke deh … bakal aku ungkapin alesannya. APAKAH KAMU MELAKUKAN PERBUATAN2 BAIK ITU KARENA AKU?? BUKANKAH KAMU CUMA MENGHARAP SANJUANGAN AJA ??

Golongan: ;( :( :( :( :O

Tuhan : Innntinya cuma satu : KAMU RAJIN BERBUAT BAIK KLO ADA MANUSIA YG NGELIAT KAMU TAPI KETIKAN KAMU MERASA GAK ADA YG LIAT KAMU, GAK TANGGUNG2 + GAK MALU2 KAMU MELAKUKAN PERBUATAN2 YG Q LARANG + GAK SEGAN2 KAMU TERJANG PERBUATAN2 DOSA SEAKAN2 AKU (TUHAN) GAK LIAT, SEAKAN2 Q GAK ADA DAN GAK BAKAL NGEBALES SEMUA YG UDAH U LAKUIN. KAYAK SRIGALA BERBULU DOMBA.


Golongan: ;( :( :( :( :O emang mana buktinya ?? perbuatan yg udah q langgar ??

Tuhan : Pake ngeles lagi …. PERNAH NYONTEK? PACARAN? BERBOHONG? BOLOS? Rerumpiin guru? KORUPSI SPP? NINGGALIN SOLAT ?. APA KAMU MALU/takut/ewuh 5Aq WEKTU MELAKUKAN ITU SEMUA? WESSLAHHH …. CEPET KE TEMPAT KAMU YG COCOK BUAT KAMU “N...”

Golongan: ;( :( :( :( :O



Sumber : Inspirated Of book “Al-Hikam” by Ibnu Athooillah /: (Kuliah Ma'rifat : 112-116)

Jumat, 23 Juli 2010

Comblangin Yuk! (bag. Ke-2)




“Keridhaan Allah ada pada keridhaan orangtua. Dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orangtua. Apakah ini berarti, jika kita telah memilih seseorang, lalu orangtua tidak suka, itu artinya adalah sebuah petunjuk bahwa Allah juga tidak suka dengan pilihan kita?” Itu adalah pertanyaanku pada suatu hari kepada seorang ahli ilmu. Bila memang iya, lalu mengapa aku temui beberapa kejadian yang berbeda?

Dulu ketika aku masih SD, aku tahu benar ada orang yang mengenalkan seseorang kepada orangtuanya. Tetapi orangtuanya tidak suka. Lalu menikahlah ia dengan seseorang yang disukai orangtuanya. Kemudian kehidupan rumahtangganya berjalan. Memiliki anak-anak, rumah, kendaraan, dan seterusnya. Tapi sesuatu terjadi (entah benar atau tidak hanya Allah yang Tahu): pasangan hidupnya itu melakukan perbuatan yang tidak baik dengan wanita lain.

Cukup aku ceritakan satu kejadian saja. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan kisah ini agar Allah membentengi kita dari kisah-kisah semacam ini. Lalu kita menelaah, dan mengambil pelajarannya.

Pertanyaan yang masih mengambang adalah: “Bila memang benar orangtua telah ridha, mengapa terjadi seperti ini? Bukankah keridhaan Allah akan selalu memunculkan keberkahan-keberkahan dalam hidup?”

Akan selalu dan selamanya, kedudukan orangtua tidak ada yang bisa menggantikan. Mereka berada di posisi yang tertinggi, yang tidak akan bisa tergantikan bahkan oleh kedudukan Kaisar maupun Raja-raja. Posisi itu Allah yang menentukan. Dikokohkan dengan ketentuan dari Sisi-Nya. Posisi yang terhubung dengan kehidupan dunia dan akhirat kita.

Jika kita benar-benar fakir, andai orangtua kita berdoa kepada Allah agar kita diberi karunia dan kelimpahan, mungkin tanah-tanah yang kita cangkuli setiap pagi bisa berubah menjadi bongkahan-bongkahan emas. Dan andai orangtua marah, sebanyak apapun kekayaan kita, jika mereka berdoa kepada Allah, maka seketika itu juga seluruh kedudukan dan kekayaan bisa lenyap dengan tiba-tiba.

Pada posting pekan kemarin, kami mengambil satu konklusi awal: “SELURUH ORANGTUA DI MUKA BUMI, DOA-DOA MEREKA KEPADA ANAK KETURUNANNYA AKAN CEPAT DIKABULKAN, ENTAH ITU DOA BAIK ATAU DOA BURUK. ITU TERJADI KARENA KEDUDUKAN KHUSUS MEREKA DIANTARA SEMUA MANUSIA.”

Lalu apa jawaban dari kasus di atas atau yang serupa dengan itu?

Hukum awalnya adalah “BIRRUL WALIDAIN” (berbuat baik kepada orangtua). Tapi hukum ini kemudian memiliki aturan-aturan yang khusus. Dan setidaknya aturan khusus ini ada pada beberapa hal: pada masalah aqidah, hukum waris, puasa, haji, jihad dan pernikahan.

Sebakti apapun kita kepada orangtua, andai kita akan selalu menaati keinginannya, jika mereka meminta kita untuk menyekutukan Allah, kita tidak boleh taat. Misal: demi alasan taat kepada orangtua dan tidak mau menyakiti hatinya, kita mau saja jika orangtua mengajak kita mendatangi seorang dukun/ kahin. Atau melakukan ritual-ritual yang berisi kesyirikan.

Atau jika atas dasar ingin berbuat baik kepada orangtua dan tidak ingin menyakiti hati orangtua, pada saat pembagian waris, seorang anak tidak mau diikutkan dalam pembagian itu dan ingin agar seluruh harta diberikan saja seluruhnya kepada ibunya/ ayahnya, agar mereka senantiasa bahagia dan tidak pernah kekurangan. Kita tidak boleh melakukan itu.

Aturan telah ada, bahwa anak mendapatkan sekian persekian dari harta waris. Pembagian itu harus diterima dulu oleh seorang anak, perihal bila setelah pembagian dimana bagian anak akan di-hibah-kan (diberikan) seluruhnya kepada ayah/ ibunya, itu urusan yang berbeda.

Begitupun dalam masalah pernikahan. Surat Al Baqarah ayat 232 yang kemarin kita pelajari, pernah digunakan sebagai dasar oleh seorang ulama untuk menganjurkan orangtua agar tidak menghalang-halangi bila anaknya suka sama suka dengan orang yang telah dipilihnya.

Setidaknya yang terjadi di masyarakat, ketidaksukaan orangtua terhadap pilihan anaknya ada pada kekurangan harta orang yang dipilih anaknya, atau perbedaan derajat orang yang telah dipilih anaknya, dan sedikit sekali penolakan orangtua yang berdasar pada ketidak cantikan/ tampanan wajah, apalagi agama.

Aturan ini sebetulnya ada. Lihatlah aturan “Kufu’ dalam pernikahan”. Sebuah landasan bagi orangtua/ wali untuk menerima atau menolak orang pilihan anaknya.

Sebagian Ulama sepakat bahwa Kufu’ (kesepadanan) itu dalam SIKAP HIDUP YANG LURUS DAN SOPAN. Bukan kesepadanan dalam hal kekayaan, keturunan atau pekerjaan.

Temanku pernah bercerita, bahwa ia mendapati beberapa kasus percerian karena diawali dengan perbedaan derajat sosial kedua pasangan itu. Bahkan temanku mengambil contoh dari kasus perceraian antara Zainab binti Jahsyi dari golongan Bangsawan Quraisy yang menikah dengan Zaid bin Haritsah yang pernah menjadi budak. Karena itu temanku itu selektif benar ketika harus men-comblangi dua orang. Dia berusaha hati-hati sekali, karena perbedaan strata sosial itu bisa menjadi penyebab keretakan.

Aku memang pernah membaca beberapa pendapat ulama. Sebetulnya siapapun boleh menikahi siapa saja kecuali yang diharamkan. Tapi ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa lelaki yang fakir diusahakan untuk tidak dinikahkan dengan perempuan dari golongan bangsawan yang kaya raya. Tujuannya hanya satu: Karena si perempuan dilahirkan dalam kelimpahan yang membentuk kebiasaan hidupnya, sehingga apabila dinikahkan dengan lelaki yang fakir, dikhawatirkan si lelaki fakir TERBEBANI oleh nafkah kepada istrinya. Meskipun pernikahan ini tidak diharamkan.

Bahkan temanku yang lain pernah bercerita, beberapa perceraian terjadi tidak hanya karena perbedaan strata sosial, tapi karena ketidakmampuan suami memberi nafkah harta.

Aku memiliki seorang teman yang sangat luar biasa. Ia menikahi seseorang yang sakit, terpuruk, gagal. Tidak hanya itu, saat meminta ridha dari ibunya, ibunya sedikitpun tidak ridha dengan lelaki pilihan anaknya. Pernikahan itu harus dibatalkan, dan mereka harus bercerai. Belum berhenti di situ, ibunya sempat mengucapkan kutukan atas pernikahan mereka.

Seharusnya yang terjadi adalah bencana-bencana, karena pernikahan mereka dikutuk oleh ibunya. Tetapi tidak terjadi apa-apa. Pernikahan mereka semakin bahagia, kesehatan istrinya semakin membaik, dan ekonomi mereka (meskipun jatuh bangun) mulai menemukan ritmenya.

Apa yang terjadi? Bukankah keridhaan Allah ada pada keridhaan orangtua, dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orangtua? Mengapa tidak terjadi apa-apa?

Karena Allah telah membuat aturan yang Ia ridhai:
“Jika datang kepadamu (orangtua/ wali) lelaki yang agama dan akhlaknya kamu sukai, maka kawinkanlah dia….(dan seterusnya)”.

Dan ayahnya telah berbuat benar. Ia menikahkan lelaki itu dengan anak perempuannya. Sedangkan ibunya memiliki keinginan dan kriteria yang lain dari ini.

Kesimpulan:
Hak Memilih bagi seorang anak itu diakui dalam Islam. Dan hendaknya orangtua tidak melakukan paksaan kepada mereka.

“Seorang gadis pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, ‘Sesungguhnya bapakku telah mengawinkan aku dengan saudaranya, agar dengan itu terangkat martabatnya.’ Kata Abdullah, ‘Rasulullah SAW menyerahkan urusannya kepada gadis itu.’

Kemudian gadis itu berkata, ‘Saya mengizinkan tindakan bapakku. Tetapi yang aku kehendaki, adalah AKU INGIN MEMBERITAHUKAN KEPADA KAUM WANITA BAHWA BAPAK-BAPAK ITU TIDAK MEMPUNYAI APA-APA DALAM URUSAN PERKAWINAN INI.’” (dalam riwayat Ibnu Majah). Wallahu a’lam.

Comblangin Yuk! (bag. Ke-3)


Anda mungkin sedikit terkejut dengan ucapan Umar bin Khattab r.a. di bawah ini:

“Karena sesungguhnya memang sedikit sekali rumah tangga yang dibina ATAS DASAR CINTA. Akan tetapi masyarakat mendahulukan masalah nasab daripada Islam.”

Di zaman itu, masalah yang banyak terjadi di zaman kita ini sudah pernah terjadi. Masing-masing orangtua/ wali lebih memilih nasab/ keturunan ketika menyetujui/ tidak menyetujui manakala seorang anak telah memilih.

Apa yang diucapkan Umar bin Khattab r.a. diatas adalah sebuah jawaban beliau manakala Ibnu Abi Udzrah mengadukan perilaku istrinya.

Dia mengadukan, istrinya telah berkata bahwa meskipun ia sudah menikah dengannya, ia tidak suka kepadanya.

Lalu Umar menanyakan akan benar tidaknya ucapan istrinya itu. Dan istri Ibnu Abi Udzrah berkata:
“Sesungguhnya akulah orang yang pertama taubat dan kembali kepada agama Allah. Sesungguhnya dia (Ibnu Abi Udzrah) yang bertanya kepadaku dan aku merasa berat untuk berdusta (untuk berkata bahwa ia menyintainya). Maka apakah aku harus berdusta, wahai Amirul Mukminin?”

Mendengar itu Umar bin Khattab r.a. menasehatinya:
“Ya, berdustalah jika seorang diantara kamu (istri-istri) tidak suka kepada seseorang diantara kami (suami), janganlah menceritakannya kepadanya. Karena sesungguhnya memang sedikit sekali rumah tangga yang dibina atas dasar cinta. Akan tetapi masyarakat mendahulukan masalah nasab daripada Islam.”

Dalam tiga tema awal ini, kami mencoba untuk mencari bahwa sebenarnya benar atau tidak perilaku seorang anak bila ia harus tidak suka dengan pilihan orangtuanya. Berdosakah atau tidak, bila seorang anak memiliki pilihannya sendiri, yang pilihan itu tidak disukai oleh orangtuanya? Tetap dianggap berbaktikah atau tidak, manakala seorang anak tetap menikah dengan pasangan hidup yang telah ia temukan, yang itu bukan type menantu yang dikehendaki orangtuanya.

Kisah-kisah seperti ini mungkin telah terjadi selama ratusan tahun. Kadang ada yang berulang, tapi mungkin sedikit yang mau mengambil pelajaran. Kisah-kisah seperti ini beberapa kali telah menyebabkan fitnah (bencana-bencana).

Padahal di dalam hidup, kita harus berusaha semampu kita untuk mencari apa-apa yang mendatangkan kemanfaatan bagi kita, dan berusaha sekuatnya untuk menghindari apa-apa yang mendatangkan kemudharatan.

Karena bencana yang dialami oleh orang-orang yang pilihannya tidak disetujui oleh orangtua/ walinya, teladan-teladan agung telah memperlihatkan kepada kita apa yang mereka perbuat:

Beberapa posting yang lalu, kami pernah menyampaikan, Betapa Abu Bakar r.a. manakala mendengar ada seorang gadis yang menyukai seseorang, beliau langsung membeli gadis itu (karena dia seorang budak), lalu dimerdekakannya, kemudian gadis sahaya itu diantar menuju rumah orang yang ia sukai, agar mereka bisa menikah. Lelaki itu adalah Muhammad bin Al Qasim bin Ja’far bin Abu Thalib. Setelah perempuan itu diantar kepadanya, dia berkata, “Wanita adalah cobaan bagi kaum laki-laki. Berapa banyak orang terhormat meninggal dunia karena wanita, dan berapa banyak orang yang sehat menjadi sakit karena wanita.”

Bahkan beberapa Khulafa’ur Rasyidin dan dan orang-orang sesudah mereka, mereka mempertemukan orang yang saling suka.

Muawiyyah bin Abi Sufyan pernah membeli budak wanita dari Bahrain. Ia menyukainya, dan ia ingin menikahinya. Tapi rupanya wanita itu menyukai orang lain, dan ketika mendengar itu, Muawiyyah tahu bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, kemudian ia mengembalikan budak itu, agar ia menikah dengan orang yang disukainya itu.

Abu Bakar r.a. pernah memerintahkan anak lelakinya untuk menceraikan istrinya, Atikah binti Zaid. Dan itu bukan sebuah hal yang ringan, karena ia sangat mencintai istrinya. Ia suka karena istrinya itu perempuan yang akhlaknya sangat baik dan perilakunya sangat lembut. Dengan terpaksa, ia ceraikan istrinya itu. Tapi ketika ayahnya melihat bahwa Abdullah menderita akibat perceraian itu, ia kemudian memerintahkan anaknya untuk rujuk dengan istrinya. Lalu mereka pun bersatu kembali.

Amirul Mukminin Al Mahdy, suatu hari kemahnya didatangi oleh seorang badui. Ibunya adalah budak, yang bukan berasal dari Arab. Badui itu menyukai seorang perempuan, tetapi ayah perempuan itu tidak menyukainya, karena masalah derajat dan keturunannya itu. Lalu ia menyuruh agar ayah dari perempuan itu dihadapkan kepadanya.

Saat sudah berada di hadapannya, Amirul Mukminin Al Mahdy berkata, “Mereka adalah anak-anak Al Abbas dan ibu mereka adalah budak yang bukan berdarah Arab. Tapi apa yang merugikan mereka jika memang keadaannya seperti itu?”

Ayah gadis itu menjawab, “Hal itu dianggap aib di kalangan kami.”

Lalu Al Mahdy memberikan uangnya sebanyak 20.000 dirham kepada ayah perempuan itu dan berkata, “Kawinkan pemuda itu dengan putrimu, dengan uang 20.000 dirham. 10.000 dirham untuk menebus aib itu dan 10.000 lagi sebagai mas kawinnya.”

Dan ini semua adalah jawabanku, ketika temanku bertanya: “Kenapa kamu melakukan semua ini? Mengapa kamu mau membantuku mendekatkanku kepada orang yang aku sukai?”

Lalu aku menjawab lagi, “Bahkan di zaman dahulu, urusan ini sampai menjadi urusan Amirul Mukminin.”

Wallahu a’lamu bishshowaab.

Rabu, 21 Juli 2010

Comblangin Yuk! (bag. ke-4)

“Tiga perkara yang tidak boleh ditunda-tunda yaitu: Shalat bila telah tiba waktunya. Jenazah bila telah siap (dikuburkan). Dan perempuan bila ia telah menemukan pasangannya yang se-kufu' (sepadan)”. (dalam riwayat Baihaqi)

Kami tidak tahu apakah dalil di atas bisa dijadikan sandaran yang cukup kuat untuk tema kita pada pagi hari ini atau tidak, sebab menurut ulama, hadits ini sanadnya lemah. Wallahu a'lam.

Seorang ibu suatu hari menceritakan tentang anak perempuannya, yang sejak SMU belum pernah membawa seorang pun teman lelakinya untuk dikenalkan dengannya. Karena keadaan itu, ibunya bercerita, kalau ia sendiri sudah menemukan seorang laki-laki yang menurutnya baik untuk anak perempuannya. Lalu ia menanyakan boleh tidaknya dia memaksakan pilihannya itu kepada anaknya.

Saat itu kami menjawab, “Izinkan anak Ibu untuk menemukan sendiri cinta sejatinya.”

Kami tidak sedang mengada-ada dengan jawaban itu. Karena sebatas yang baru kami tahu, seorang ibu memang tidak memiliki hak ijbar kepada anak perempuannya.

Sering kami bertanya-tanya kepada diri sendiri, mengapa orang suka sekali melakukan pemaksaan kehendak? Mengapa sih tidak sedikit orangtua yang memaksa anak untuk menerima pilihannya?

Kami tidak sedang terus menyerang orangtua dengan tema-tema ini, kami hanya sedang mencoba untuk melihat sebuah sandaran yang lain yang sama atau bahkan lebih kuat dari sandaran kebanyakan orang yang selama ini dipegang.

Di dalam sebuah kitab Fiqh, kami menemukan kalimat ini:
“Para Ulama sependapat bahwa wali tidak berhak merintangi perempuan yang diwaliinya, dan berarti berbuat zalim kepadanya kalau ia mencegah kelangsungan pernikahan tersebut, (jika hanya demi sebuah tujuan) agar perempuan itu (akan) dikawinkan dengan laki-laki yang sepadan dan mahar mitsl (mahar minimum). Jika wali menghalangi pernikahan tersebut, maka calon pengantin wanita berhak mengadukan perkaranya melalui Pengadilan agar perkawinan itu bisa dilangsungkan. Dalam keadaan seperti ini, perwalian tidak pindah dari wali yang zalim ke wali lainnya, tetapi langsung ditangani oleh Hakim sendiri. Sebab menghalangi hal tersebut adalah sesuatu perbuatan yang zalim, sedangkan untuk mengadukan wali zalim itu hanya kepada Hakim.”

Menghalangi seorang anak untuk menikah dengan orang yang ia sukai mungkin memang benar masuk dalam kategori perbuatan yang zalim, wallahu a'lam. Karena menemukan seseorang yang cocok dengan pilihan hatinya mungkin menurut beberapa orang, tidaklah terlalu mudah. Mungkin seseorang harus melewati SMU dan baru menemukan orang itu di bangku kuliah. Atau ia harus melewati SMU dan bangku kuliah, baru di dunia kerja orang itu baru ia temukan. Dan bila orang itu telah ia temukan lalu pilihannya itu ditolak oleh orangtuanya, maka harus menunggu berapa waktu lagi untuk menemukan orang yang disukai oleh hatinya?

Purnama hanya bisa kita lihat pada tanggal 15 pada bulan Qomariyyah. Dan bila pada tanggal itu lewat, atau kita tertidur, atau kita lupa, maka kita harus bersabar, menunggu 1 bulan berikutnya hingga sampai pada tanggal 15 lagi untuk kembali bisa melihat bulan purnama.

Beberapa tahun yang lalu, kami punya teman yang usianya mungkin mendekati 40 tahun. Dan ia belum memiliki istri. Saat kami tanya apakah ia belum punya keinginan untuk berumah tangga, ia menjawab, “Tubuh itu memiliki jam biologis. Mendekati jam biologis makan siang, keinginan untuk makan itu kuat sekali. Tapi ketika di jam itu kita sedang sangat sibuk bekerja sehingga lupa dengan makan siang, setelah jam itu lewat, sama sekali kita tidak ada keinginan untuk makan.”

zakat fitrah memiliki batas waktu. Jika puasa sudah selesai, tarawih sudah tidak lagi dikerjakan, dan shalat Ied sudah mulai didirikan, sudah tidak ada gunanya lagi mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada fakir miskin.

Dhuha memiliki batas. Jika adzan zhuhur sudah digemakan, itu adalah tanda bahwa di hari itu Anda kehilangan shalat dhuha.

Jika riwayat Baihaqi di atas boleh digunakan, maka kami akan menyampaikan kepada seluruh orangtua dengan suara merendah penuh penghormatan dan lemah lembut:
“Tiga perkara yang tidak boleh ditunda-tunda yaitu: Shalat bila telah tiba waktunya. Jenazah bila telah siap (dikuburkan). Dan perempuan bila ia telah menemukan pasangannya yang se-kufu' (sepadan)”.

Banyak sekali kita temukan dimana anak tidak begitu akrab dengan orangtuanya. Mereka tidak terbiasa untuk saling berkomunikasi. Dan itu mungkin sebuah celah bagi kita. Mungkin mereka nyaman manakala harus menceritakan semuanya kepada kita. Karena itulah mungkin ini adalah kesempatan bagi kita untuk melakukan kebaikan. Saatnya bagi kita untuk mengenalkan orang yang kita kenal dengan mereka. Dan ini adalah usaha kita untuk melakukan pencomblangan.

Tapi sebelum mencomblang, inilah rambu-rambunya:
Para Ulama madzhab hampir sepakat bahwa seorang ayah mempunyai hak ijbar (hak memaksa) dengan 3 syarat: 1. Yang dipaksa untuk menerima pilihan ayahnya hanyalah anak perempuan. 2. Anak itu belum baligh. 3. Anak itu akan dinikahkan ayahnya dengan lelaki YANG KUFU' DALAM AGAMA.

Namun demikian, DISUNNAH-KAN agar sang ayah tidak mempergunakan hak ijbar (hak memaksa) ini.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa seorang ayah juga mempunyai hak ijbar (hak memaksa) terhadap putranya yang masih kecil (belum baligh).

Para ulama berbeda pendapat tentang kepemilikan hak ijbar (hak memaksa) bagi selain ayah, walaupun seorang anak masih kecil. (apakah kita sebagai teman mempunyai hak ijbar (hak memaksa) juga bila kita ingin mencomblangi teman kita?)

Para ulama sepakat bahwa tidak hak ijbar (hak memaksa) terhadap anak yang sudah baligh.

Dengan melihat rambu-rambu fiqh di atas, meskipun di kalangan ulama berbeda pendapat (hak ijbar itu hanya milik ayah atau kita sebagai teman juga diberi hak itu) sama sekali kita tidak memilki hak memaksa. Kenapa? Karena para ulama sepakat bahwa hak ijbar itu diberlakukan kepada anak yang belum baligh. Dan teman-teman yang akan kita comblangi tentunya adalah mereka yang sudah tidak anak-anak lagi yang belum baligh.

Tapi apakah kita sebagai seorang teman tidak memilki hak apapun?

Seorang ulama merumuskan bahwa kita sebagai seorang teman setidaknya memiliki 2 hak:
1. Hak syahadah dan tazkiyah, yaitu hak untuk memberikan kesaksian dan rekomendasi. Kesaksian bahwa orang yang akan kita kenalkan itu benar-benar kita kenal bahwa ia baik. Bahwa kita benar-benar mengenalnya. Bahwa kita tidak pernah melihatnya melakukan keburukan.
Kesaksian ini penting, karena dengan ini kita tidak sembarangan untuk mendekatkan seseorang dengan teman kita. Dan itulah keuntungannya bergaul dan memiliki banyak sahabat yang baik-baik, karena kita memiliki referensi yang banyak, yang bisa kita perkenalkan dengan teman kita. Pernikahan adalah sebuah perbudakan, dimana seorang istri tidak bisa lepas dengan mudah. Mereka juga harus melewati masa yang panjang dengan suaminya. Jika kita mencomblangkan dengan seseorang yang buruk kelakukan, suka berbuat zalim dan tidak mengenal adab-adab, maka itu sama saja kita menjerumuskan teman kita sendiri pada sebuah perbudakan yang merusak teman kita. Tapi sebaliknya, manakala kita berhasil dengan izin Allah mempertemukan teman kita dengan seseorang yang membawa kebaikan dan kebahagiaan baginya di dunia dan di akhirat, maka teman kita akan melewati masa yang panjang juga dalam kebahagiaan. Penuh kesyukuran. Hidup baginya akan menjadi sebuah kenangan yang indah.
2. Hak Syuf'ah, atau hak untuk melobi, mediator, penengah, penyambung, dan jembatan komunikasi. Kedudukan kita dengan teman kita dalam urusan pernikahan adalah bahwa kita memiliki hak syuf'ah atau hak untuk melobikan. Kita bisa bertanya kepada teman kita siapa yang ia sukai, lalu kita tinggal menindaklajuti hal itu dengan kita menemui orangtua dari orang yang disukai teman kita itu. Dan pada episode pekan kemarin, kita setidaknya diberi contoh untuk melakukan hal itu dengan kesungguhan. Amirul mukminin al Mahdy bahkan sampai mengeluarkan uangnya sendiri untuk membantu seorang Badui untuk menikah. Masing-masing kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan kita akan peduli dan membantu menurut kemampuan yang kita miliki. Itulah cara kita bertakwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Wallahu a'lam.

Comblangin Yuk! (bag. ke-5)

Kemarin malam kami bersilaturahmi ke rumah seorang Ibu yang tinggal berdua dengan seorang anak laki-lakinya.

Ibunya itu bercerita, bahwa sudah pernah ada anak perempuan yang nembak anak laki-lakinya. Ibu itu hanya bertanya, bukankah itu tidak boleh? Karena di manapun, yang boleh nembak adalah anak laki-laki, anak perempuan tidak boleh memilih. Untuk selamanya.

Tapi kami jawab, bahwa di jaman Nabi justru hak memilih (khiyar) itu beliau berikan kepada anak perempuan. Kami yakin Anda semua pasti ingat dengan riwayat dari Ibnu Abbas di bawah ini:

“Bahwa seorang gadis datang kepada Rasulullah SAW lalu ia menceritakan kepada beliau tentang ayahnya yang mengawinkannya dengan laki-laki yang tidak ia sukai. Maka Rasulullah menyuruh dia (gadis itu) untuk memilih (menerima atau menolak pilihan ayahnya).” (Dalam riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Daruquthni)

Mungkin Anda mengira bahwa ini hanya terjemahan kami saja. Tidak mengapa dengan sangkaan itu, tapi perkenankan kami untuk menceritakan kisah yang pernah terjadi di jaman Utsman r.a.

Alkisah, ada seorang gadis datang kepada Utsman r.a. Ia meminta tolong untuk DIJODOHKAN dengan seorang laki-laki dari kaum Anshar. Lalu Utsman pun meminta gadis itu untuk menceritakan kisah hidupnya. Rupanya perempuan itu adalah hamba sahaya. Ia menyukai seseorang, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Jika kita membaca sejarah Khulafaur Rasyidin, hampir sebagian besar mereka mengungkapkan kepribadian Utsman, bahwa beliau adalah seorang laki-laki yang hatinya sangat lembut.

Lelaki yang berhati sangat lembut ini pun tersentuh mendengar kisah jujur gadis itu. Dan beliau meminta nama lelaki yang disukainya itu. Setelah beliau tahu lelaki itu dari keluarga siapa, beliau membawa gadis itu kesana. Beliau lalu menemui paman lelaki itu dan berkata,

“Berikan gadis itu kepada keponakanmu, wahai laki-laki Anshar! Atau perlukah aku membeli dengan uangku?”

Lalu laki-laki Anshar itu berkata, “Saksikanlah Wahai Amirul Mukminin, saya akan memberikan kepada keponakanku.”

Terus terang, kami pernah ditentang dengan tema-tema ini. Kami pun pernah dikritik bahwa tidak boleh untuk mempertemukan dua orang yang di dalam hatinya sudah ada “rasa” sebelum pernikahan. Tidak boleh terlalu sering membicarakan tema-tema cinta. Karena tidak banyak kebaikannya.

Sebagian besar dari tema-tema tentang cinta ini justru kami temukan dalam buku-buku Ibnul Qayyim Al Jauziyah (kami memohon ampun kepada Allah jika tulisan-tulisan kami membiaskan tulisan-tulisan beliau dan membengkokkannya ke arah tulisan penuh hawa nafsu). Bahkan kami sempat membaca fatwa-fatwa guru beliau yaitu Ibnu Taimiyyah tentang masalah cinta.

Bahkan Ibnu Taimiyyah pernah memberikan fatwa kepada seorang pemuda yang menyimpan rasa sukanya kepada seorang gadis, dia sudah berusaha keras menyembunyikannya dan tidak mengungkapkannya, agar pemuda itu pergi menjauh dari kampungnya. Menjauh dari rumah dan kampung yang ditinggali oleh orang yang disukainya. Tujuannya agar rasa itu semakin menipis dan hilang.

Di bawah ini adalah kutipan dari referensi-referensi kami:

“Para Khalifah Ar Rasyidin [perhatikan kalimat setelah ini] dan orang-orang yang MEMPUNYAI RAHMAT, memberi pertolongan kepada orang-orang yang saling mencintai [perhatikan tujuan apa yang ingin dituju oleh mereka] UNTUK BISA BERSATU DALAM IKATAN ASMARA YANG SAH (pernikahan).”

Semua tema yang kami tulis dari awal tidak sedang mengarahkan Anda untuk memilih belahan hati Anda untuk tujuan selain pernikahan.

Sejak awal kami terus mengarahkan Anda untuk mencari seseorang yang itu merupakan pilihan hati Anda, yang membuat Anda sangat bahagia dengan memilihnya, melewati rintangan-rintangan dari keluarga (mudah-mudahan tidak ada rintangan), lalu memantapkan hati dengan penuh keyakinan dan ketawakalan kepada Allah untuk segera menjadi pasangan hidup Anda. Membentuk sebuah keluarga yang membawa ketenangan hidup (sakinah), saling cinta (mawaddah), dan penuh kasih sayang dalam membesarkan anak keturunannya (rahmat).

Kisah Abu Bakar membeli budak, lalu dimerdekakannya, dan didekatkannya kepada seorang laki-laki yang ia sukai, sudah pernah kami ceritakan kepada Anda. Kisah Utsman baru saja kami ceritakan. Dan berikut adalah kisah Ali bin Abi Thalib r.a.:

Muhallah bin Rabaah membawa seorang remaja Arab ke hadapan beliau, Amirul Mukminin. Muhallah menganggap remaja itu akan mencuri di rumahnya. Lalu Amirul Mukminin pun menanyainya akan benar tidaknya tuduhan itu. Jika remaja itu tidak mencuri, mengapa orang-orang menemukan dia tertidur di luar rumah Muhallah?

Khalifah Ali adalah orang yang sangat cerdas. Di hadapan beliau remaja itu menjawabnya dengan syair.
“Aku mengetuk pintu rumahnya (seorang gadis), dan bermalam di luar rumah itu. Tiba-tiba orang-orang perumahan berhamburan kepadaku dan berteriak, 'Maling...dia maling...harus dihukum mati...atau ditawan'.”

Lihatlah, andai seorang pemimpin membuat keputusan dengan tergesa-gesa, mempercayai sangkaan orang begitu saja tanpa tabayyun, lalu menjatuhkan hukuman mati atau penjara, maka pasti remaja itu sudah mati terbunuh untuk sebuah kesalahan yang tidak dikerjakannya.

Setelah mendengar syair itu, hati Khalifah Ali melunak, dan berkata kepada Muhallah, “Maafkan dia dan izinkan dia bertemu gadis itu (menikahinya).”

Muhallah bertanya kepada Amirul Mukminin, “Ya Amirul Mukminin, tanyakan siapa dia?”

Remaja itu menjawab, “Namaku Nahhas bin Uyaynah.”

Muhallah bin Rabaah akhirnya menyetujui cinta keduanya, dan berkata kepada Nahhas, “Ambillah gadis itu untukmu.”

Ada kisah lain yang membuat kita tersenyum ketika membacanya. Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan pernah diadukan oleh seorang wanita. Dan tidak tanggung-tanggung, pengaduan itu bukan kepada hakim lagi, tapi langsung kepada Allah. Inilah pengaduan wanita ini pada suatu malam kepada Allah,

“Ya Allah, yang telah Menjalankan onta-onta yang cantik, Menurunkan kitab-kitab, dan Menganugerahkan keinginan. Aku memohon kepadaMu, untuk mengembalikan suamiku. Aku memohon kepadaMu agar Engkau menetapkan Keputusan antara diriku dan Abdul Malik bin Marwan YANG TELAH MEMISAHKAN KAMI.”

Dan rupanya Allah yang Menggerakkan kaki dan hati Abdul Malik bin Marwan agar ke rumah itu, di malam itu, di depan rumah itu, supaya ia bisa mendengar doa wanita itu. Lalu kisah ini pun sampai kepada kita.

Mush'ab bin Az Zubair, Ibnu Jaudan, Ibnu Humran, dan Hasan Al Bashry adalah empat orang soleh yang hidup dalam waktu dan daerah yang sama, yang keempatnya berparas sangat tampan. Karena mereka adalah ahli ilmu, banyak orang yang datang kepada mereka untuk bertanya. Sehingga pernah ada wanita cantik datang kepada Hasan Al Bashry, lalu bertanya sebuah fatwa,

“Wahai Abu Sa'id, haruskah kaum laki-laki menikahi wanita?”

“Begitulah.” Jawab Hasan al Bashry dengan singkat.

“Bagaimana dengan diriku?” tanyanya, dan tanpa sengaja ia sempat melihat wajah Hasan Al Bashry yang sangat tampan.

Karena di zaman itu ketampanan Hasan Al Bashry sudah menjadi pembicaraan orang, bahkan bila telah selesai shalat Iedul Fithri dan Iedul Adha, para wanita berdiri di jalan lalu saling bertanya, “Siapa lelaki yang paling tampan yang sudah lewat?”

Maka pasti mereka sepakat menjawab, “Hasan Al Bashry, lelaki dengan sorban kepala berwarna hitam.”

Mengingat itu semua, wanita yang sedang meminta fatwa kepada Hasan Al Bashry, yang tanpa sengaja sempat melihat wajahnya tadi berkata, “Wahai Abu Sa'id, janganlah engkau menggoda wanita dengan wajahmu.”

Aturan berikutnya dalam men-comblang adalah:

Tanyakan apakah keduanya saling suka atau tidak. Bila iya, proses berlanjut!

Dalam riwayat Abu Dawud, dari Uqbah bin Amir,
“Bahwa Nabi SAW bersabda kepada salah seorang sahabatnya, 'Maukah kamu aku nikahkan dengan si fulanah?' Jawabnya, 'Ya'. Dan Nabi bersabda pula kepada seorang perempuan, “Maukah kamu aku nikahkan dengan si fulan?' Jawabnya, 'Ya'. Lalu Nabi nikahkan perempuan tadi dengan laki-laki tersebut. Kemudian digaulinya, padahal maharnya belum dipenuhi dan perempuan itu belum diberinya sesuatu. Laki-laki ini salah seorang pejuang Hudaibiyah, dan siapa yang ikut dalam Perang Hudaibiyah ia mendapat pembagian tanah di Khaibar. Dan ketika laki-laki ini datang ajalnya maka ia berkata, 'Rasulullah Saw sesungguhnya telah mengawinkan aku dengan si fulanah. Tetapi maharnya belum aku bayarkan dan belum aku beri apa-apa. Tetapi aku bersaksi di hadapan kamu bahwa aku berikan kepadanya sebagai mahar, bagian dari tanahku di Khaibar itu. Kemudian perempuan tadi mengambil sebagian dari tanahnya lalu menjualnya seharga 100.000....”.

Setelah cukup malam, kami pulang berkendaraan motor, jalan-jalan dan pohon-pohon masih basah karena hujan. Hawa mulai dingin, gelap. Tapi hati ini bahagia, karena kami memiliki sahabat yang banyak sekali, dari anak-anak sampai kakek-nenek. Menjadi sahabat mereka untuk berbagi dan mendengarkan mereka bercerita....

~The Best Story Of True Love In The World: “Catatanku Untuk Wanita Pemilik Rumah Permata”~

"...Di hari pernikahan, ijab kabul tengah berkumandang. Lengkaplah sudah kebahagiaan yang menyelimuti sepasang kekasih. Sempurnalah mekar indah pucuk asmara. Telah tiba saatnya biduk harus berlayar di samudera kehidupan. Terhempas sudah karang-karang penantian yang bertengger di taman hati.

Adakah jalinan yang indah selain jalinan dan untaian tali pernikahan?

Adakah letupan-letupan cinta yang lebih menenteramkan hati sepasang muda-mudi selain dalam ikatan ini?

Adakah hubungan yang lebih menabung kebaikan selain hubungan sah secara syar’i?

Aduhai, kami telah tertampar. Kami tertampar pedas oleh pena kami sendiri agar bersegara menyempurnakan separuh din. .


>>Saatnya Mengayuh Biduk di Samudera Kehidupan. . .

Dan wanita itu pun benar-benar menunjukkan dirinya sebagai wanita yang piawai me-menage perasaan dan alur lalu lintas permasalahan yang mungkin menyerang masing-masing pasangan. Ia tunjukkan sayang nan cinta kepada pangeran hatinya. Kami dapati bahwa ia adalah wanita dengan mata air kasih yang bercucuran penuh keseejukkan, penuh kelembutan dan kebaikan.

Dialah kekasih hati yang menjadi tumpahan berkeluh kesah. Dialah sosok yang nyaman sebagai sandaran bagi sang suami kala raga begitu letih mengarungi dunia luar rumah sekaligus gelanggang dakwah. Sungguh begitu agung nan mulianya wanita ini. Cara pandangnya luas dengan visi yang jauh ke depan. Begitu membantu sang suami dari segi harta maupun spirit.

Suaminya pun adalah orang pilihan yang telah ditetapkan Allah. Kami dapati bahwa dia adalah lelaki yang agung nan mulia pula. Begitu banyak ujian yang lelaki ini alami hingga menjadikan sedih dan gulana. Begitu banyak cercaan dan siksaan yang ia hadapi dari orang-orang yang amat membencinya. Begitu banyak makar dan propaganda untuk membunuhnya. Dan memang demikianlah sunatullah bagi orang-orang yang menyebarkan agama Tuhannya. Akan selalu ada badai yang siap menghantam perjuangan di jalan keimanan.

Ia menyaksikan darah mengalir. Ia menyaksikan pedang terlalu sering beradu. Ia menyaksikan jasad-jasad terbujur kaku. Kami dapati lelaki itu mengalami beberapa kemenangan dan pula kekalahan. Ia saksikan kawan-kawannya terbunuh.

Dialah lelaki yang menebarkan wewangian pesona agama kita yang mulia. Dialah sosok yang tiada pamrih. Tiada ingin dipuja atau dipuji. Dialah sumber kebaikan. Duh, mata pena kami berkaca dan bergetar menuliskan tentangnya.

Pantas saja Allah telah menganugerahkan wanita mulia nan brbudi luhur teruntuk lelaki itu. Allah mempersatukan dua kemuliaan untuk memenangkan agama-Nya di muka bumi.

Allahu akbar. .

Allahu akbar…

Begitu mulianya dua insan itu.

Pena kami kembali membulirkan air matanya karena kemuliaan mereka.
Wahai pena. Kabarkanlah bahwa kami begitu rindu untuk bertemu.


>>Telah Tiba Saatnya Berpisah. . .

Kami kabarkan kembali bahwa wanita kita ini adalah nikmat Allah yang besar bagi sosok lelaki itu. Mereka arungi bahtera cinta selama seperempat abad. Telah berlalu sejuta kenangan. Wanita itu menghibur kecemasan suaminya, memberikan dorongan di saat-saat paling kritis, menyokong penyampaian risalah Tuhannya dan selalu membela pujaan hatinya dengan jiwa, raga dan hartanya.

Telah tiba saatnya kita akan berpisah dengan wanita berbudi luhur itu. .

Telah tiba saatnya wanita itu harus meninggalkan sang kekasih karena malaikat maut sedang melaksanakan titah Rabb-Nya..."

____________

[ tulisan di atas adalah kutipan catatan kami. karena keterbatasan tempat, kami tidak menuangkan secara lengkap untuk anda semua.. tanpa mengurangi rasa hormat dan santun kami, anda semua bisa mampir di notes kami untuk membaca kelengkapan kisahnya di

http://www.facebook.com/note.php?note_id=461471824125 . .

sebuah kisah nyata yang insya Allah bertabur hikmah

The Rise of the Hope 1


“Wahai Rasulullah, kami mempunyai seorang gadis yatim yang dilamar dua orang, yang satu kaya raya dan satunya lagi miskin. Ternyata dia justru menyintai laki-laki yang miskin, sedangkan kami menginginkan agar dia kawin dengan yang kaya.” Beliau bersabda, “Apakah tidak terlihat oleh kalian bahwa orang yang saling menyintai itu seperti pasangan?”
(Dalam riwayat Thabrany, dengan catatan “periwayatan hadits ini menyendiri”)

Entah sudah berapa ratus tahun cerita-cerita semisal ini pernah terjadi. Seorang anak menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya menginginkan sesuatu yang berbeda.
Seorang Dekan Fakultas Teknik, yang terkenal sebagai orang yang sangat cerdas, ketika anak pertamanya lahir dan dia adalah laki-laki, maka Dekan itu langsung “mengharuskan” bahwa kelak anaknya itu harus juga sejenius dirinya, dan menjadi pakar Teknik yang besar.
Dia terus mengarahkan anaknya menuju ke tempat itu. Dia tidak peduli anaknya itu suka atau tidak. Karena tujuannya hanya satu, obsesi itu harus terwujud, karena itu akan membanggakan dirinya di hadapan kolega-koleganya.
Mungkin beliau lupa, bahwa Allah-lah yang telah menggariskan setiap anak itu memiliki bakat-bakat tertentu.
Dan rupanya bakat anak lelakinya itu adalah sastra. Maka selama 3 kali anak lelakinya itu mengikuti ujian masuk ke Teknik, tidak sekalipun anaknya itu lulus. Dan karena tertekan, anak lelakinya itu meninggal dunia.
Tahun '90-an, seorang anak Madrasah Tsanawiyah menjelang kelulusannya berkata kepada ibunya, bahwa setelah ia lulus, ia akan melanjutkan ke MAKN/ MANPK (Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus) di Solo. Anak itu bilang, bahwa tujuannya melanjutkan kesana adalah agar dia setelah lulus Aliyah, bisa mendapatkan beasiswa ke Mesir, menuju Universitas Al Azhar. Oleh karena itu ketika duduk di Tsanawiyah, ia perdalami Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Saat ada guru yang penghafal Al Quran, anak itu sering duduk melingkar di hadapan beliau, dan menyerahkan hafalannya satu demi satu. Itu adalah inisiatifnya sendiri, bukan kewajiban dari sekolah. Rupanya ibunya dan kakaknya tidak setuju. Mereka menginginkan agar anak itu pulang ke kampungnya. Dan melanjutkan ke SMA Negeri favorit. Anak itu lulus dengan nilai tertinggi. Akhirnya dia duduk di bangku SMA. Dari kelas 1 sampai kelas 3 cawu 2, tidak ada masalah apa-apa, nilai-nilainya tetap menjadi siswa dengan nilai tertinggi. Namun di kelas 3 cawu 3, nilainya sangat buruk. Dan anak itu lulus dengan nilai terburuk satu sekolahan. Belum berakhir disitu. Anak itu harus mengikuti 3 kali UMPTN selama 3 tahun, karena dia terus gagal dan gagal lagi.
Di kali ke-3, dia lulus. Tapi di bangku kuliah lagi-lagi dia gagal. Dia tidak bisa menjadi sarjana, kampus meminta dia untuk mundur.
Dia gagal, dia jatuh sakit, psikologisnya terguncang. Saat ibunya tahu teman-temannya sudah ada yang S2 dan S3 dan anaknya itu tidak menjadi apa-apa, ibu itu baru tersadar. Beliau menangis. Beliau meminta maaf. Dan anak laki-lakinya itu hanya bilang, “Ibu, semuanya sudah berlalu. Kita tidak boleh kembali ke masa lalu untuk merasakan sakit-sakitnya lagi. Dan Ibu sudah saya maafkan....” Seorang Pakar yang sangat cerdas, memiliki obsesi yang sangat besar. Anaknya dipaksa kuliah di jurusan-jurusan yang susah-susah bagi orang awam. Dan beliau pun mematok target, agar kelak yang harus menjadi suaminya adalah anak lulusan S2. Mengapa tidak sedikit orangtua harus melakukan sesuatu yang agak menyakitkan bagi anak seperti ini? Mengapa mereka harus memaksa anak? Mengapa demi obsesi-obsesi mereka, anak harus menjadi korban? Mengapa mereka tidak mengizinkan anak itu tumbuh apa adanya, sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah? Mungkin memang benar, dari rahim seorang Doktor, Allah menurunkan anak yang kecerdasannya sama atau melebihi orangtuanya. Tapi juga tidak sedikit, dimana anak-anak mereka memiliki bakat karunia Allah, yang berbeda-beda. Mungkin ada yang berbakat di bidang matematika, sastra, grafis, kuliner, motivator, seni, menulis, agama. Apakah semua bakat-bakat itu rendah?
Ketika ada seorang anak perempuan yang sudah melewati umur dan dia belum menemukan pasangan hidupnya, kadang kami curiga, jangan-jangan orangtuanyalah yang mematok targetan-targetan. Jika memang benar, maka yang harus diadukan kepada Hakim adalah orangtuanya. Bagaimana mungkin kita boleh memaksa, padahal hati kita beda, cara kita melihat berbeda, cara kita merasakan berbeda, cara kita memahami berbeda. Jika anda tidak percaya, cobalah suatu hari anda bawa anak anda ke toko sepatu, pakaian atau laptop. Anda sebagai orangtua silahkan memilihkan untuk anak, dan anak juga dipersilahkan untuk memilih sesuai dengan kecocokan hatinya. Mungkin sepatu yang anda pilih tidak sama dengan sepatu yang dipilih anak anda. Bisa jadi warnanya berbeda, stylenya berbeda, merk-nya berbeda. Pakaian yang anda pilihkan pun tidak sama dengan yang dipilih oleh anak.
Dan laptop pun mungkin juga tidak sama dengan pilihan anda. Kenapa itu bisa terjadi?
Karena kita bisa memaksa buah mangga untuk cepat masak. Kita petik dengan paksa ketika masih muda, kita bungkus dengan daun-daunan, lalu kita timbun di dalam tanah bersama karbit. Kita bisa memaksa mangga itu untuk cepat masak, tapi kita tidak bisa memaksa mangga itu untuk berubah menjadi buah apel. Jika biji mangga itu kita tanam, yang akan tumbuh adalah pohon mangga, dan selamanya ia tidak bisa tumbuh menjadi pohon apel, meskipun kita paksa sedemikian rupa.

Anak-anak anda mungkin adalah buah mangga. Maka akan sampai kapanpun anda memaksanya untuk tumbuh menjadi pakar seperti anda, mungkin dia tidak bisa. Izinkan dia tumbuh untuk menjadi sesuatu yang sudah dikehendaki oleh Allah. Kita hanya menanam, yang menumbuhkannya adalah Allah. Izinkan dia memilih seseorang yang dia condong kepadanya. Karena cara dia melihat berbeda dengan cara kita melihat.

“Ruh itu laksana pasukan-pasukan yang dikerahkan. Seberapa jauh pasukan itu saling mengenal, sejauh itu pula mereka akan bersatu. Dan seberapa jauh mereka tidak saling mengenal, sejauh itu pula mereka akan berselisih.” (dalam riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lain-lainnya) Mungkin jiwa anda tidak mengenal dengan jiwa orang yang disukai anak anda, karena itulah anda tidak menyukai orang itu.
Sedangkan jiwa anak anda mengenal persis jiwa orang yang disukainya, karena itulah mereka ingin bersatu. Kita tidak bisa memaksa anak untuk bersatu dengan orang yang dia tidak menyukai wataknya. Jadi izinkan saja dia bertemu dengan seseorang yang watak dan kepribadiannya dia sukai, meskipun anak itu bukan S2.
Dari perjalanan ratusan tahun, atau mungkin ribuan tahun, kita sampai di titik ini. Mungkin ini adalah masa terindah dalam sejarah. Masa dimana kita bisa memahami, atau juga bisa memberi arti bagi kehidupan yang lain. Bencana-bencana mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Kinilah saatnya bagi anak dan orangtua mulai membuat ikatan hubungan yang sangat indah di alam semesta.

Kinilah saatnya kita memahami bahwa tujuan kita adalah “Bahagia di dunia, bahagia di akhirat, dan dijauhkan oleh Allah dari Neraka (fiddunya khasanah, wafil akhirati khasanah, waqinaa 'adzaabannaar).
Jika obsesi-obsesi itu hanya membuat anda bahagia sedang anak anda tidak, apakah kebahagiaan dalam jiwa anda itu sempurna? Begitupun sebaliknya, jika anak anda bahagia, tapi dia menempuh cara yang membahayakan akhiratnya, itupun bukan sebuah kebahagiaan yang sempurna.

Pertemukanlah anak-anak anda dengan orang-orang yang membawa kebaikan agama dan membawa kebahagiaan bagi anak anda. Izinkan mereka bersatu. Izinkan mereka bahagia.
Karena kebahagiaan tidak semuanya dari kemapanan materi. Kebahagiaan itu berasal dari jiwa anak anda yang bahagia, dan jiwa pasangan anak anda yang bahagia, yang mereka bersatu, saling menguatkan, saling bahu membahu, dan saling setia. Doakan mereka terus menerus, siang dan malam.

Doakan agar sepanjang hayat mereka dilimpahi kebahagiaan, setia sampai kakek-nenek, dilimpahi kelimpahan-kelimpahan dan kekayaan, diberi keturunan yang membahagiakan pandangan mata, diberi kesehatan, diberi sahabat-sahabat yang hebat-hebat, dikelilingi oleh tetangga-tetangga yang baik, memiliki kendaraan yang bagus, memiliki rumah yang indah, memiliki banyak sekali perusahaan, bersedekah dengan hartanya siang dan malam, sembunyi maupun terang-terangan, saling membantu untuk bangun shalat malam...what next?
Percayalah, kebahagiaan itu ada di dalam jiwa....

Selasa, 11 Mei 2010

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini :


Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini :

•Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
•Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

•Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
•Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
•Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
•Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
•Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
•Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
•Dll.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA". Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
•Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

•Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
•Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
•Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
•Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
•Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : salat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
•Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita... kan ^_^ Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu. ^_^

Dalam membaca Al Qur’an sesuai standar tajwid


Dalam membaca Al Qur’an sesuai standar tajwid dapat memilih jenis-jenis bacaan yang tergolong dalam derajat-derajat membaca Al Qur’an sebagaimana uraian di bawah ini:

1.Tahqiq
Bacaannya lambat atau perlahan yang lebih fokus dalam membetulkan bacaan huruf dari makhraj atau sifatnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.


2.Hadr
Bacaan yang cepat seraya memelihara hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat atau bagi qori yang sedang mengkhatamkan Al Qur’an.


3.Tadwir
Bacaan yang tidak terlalu pelan dan tidak terlalu cepat (antara tingkatan bacaan tahqiq dan hadar) serta memelihara hukum-hukum tajwid.


4.Tartil
Bacaannya perlahan-lahan, tenang dan melafalkan setiap huruf dari makhrajnya secara tepat, menerapkan hukum-hukum bacaan tajwid dengan sempurna, merenungkan maknanya dan disertai ghayah/lagu yang bagus

Senin, 10 Mei 2010

Al Qur'an....


1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)

2. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga

Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat

"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih)

4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)

Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan

Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)

6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an

Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)

Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin"

Sabtu, 17 April 2010

Nasihat Untuk Calon Suami Jadilah kau raja di rumahmu. Cintailah isterimu dengan tulus dan jadikanlah ia sebagai ratumu.


Nasihat Untuk Calon Suami

Jadilah kau raja di rumahmu.
Cintailah isterimu dengan tulus dan jadikanlah ia sebagai ratumu.

Buat ia bangga menjadi permaisuri di kerajaanmu dengan berlandaskan cinta kasih dan ketaatan kepada Allah SWT.

Berikanlah dirinya makanan yang cukup dan persembahkan untuknya beragam jenis pakaian.
Belikan untuknya minyak wangi karena wanita menyukai minyak wangi. Buatlah dirinya bahagia selama kau hidup dan berilah nafkah yang baik dan halal untuk isteri dan anak – anakmu.

Sesungguhnya seorang istri laksana cermin bagi suaminya dan menjadi bukti akan apa yang diusahakannya dalam mencapai kebahagiaan ataupun kesengsaraan.


Engkau adalah laksana pakaian baginya yang mampu menampakkan kecantikan diri dan pribadinya serta menutupi setiap kekurangannya.

Jangan terlalu keras dalam rumah tanggamu karena isteri diciptakan dari tulang rusukmu, bagian dari dirimu. Tulang rusuk berada di tempat yang terlindung sehingga isterimu pun ada untuk kau lindungi. Sebagaimana tulang rusuk yang bengkok, berwasiatlah yang baik terhadap isterimu karena jika engkau keras dalam meluruskan maka ia akan patah dan jika engkau biarkan maka selamanya ia akan bengkok.

Engkau adalah imam dan pemimpin dalam keluarga sehingga berilah contoh yang baik.

Sikap lemah lembut akan mampu menggetarkan hati wanita disaat ia melakukan suatu kesalahan ataupun saat ia melakukan satu perbuatan buruk.

Berikanlah apapun yang diinginkannya selama kau mampu mewujudkannya.


Berikan pula padanya kesenangannya hingga ia pun akan menyenangkanmu dan membuatmu bahagia. Bila tidak demikian maka hidupmu akan hancur berantakan.

Dekatkan dirimu kepadanya dan panggillah dirinya dengan panggilan yang menyenangkan.

Ingatlah, sebaik apapun istri yang Allah kirimkan untukmu, kalau pikiranmu sibuk membayangkan tentang kekurangannya maka engkau akan dapati kekurangan dan keburukan sebanyak yang engkau sanggup untuk mencatatnya.

Akan tetapi jika engkau menyibukkan diri melihat kelebihan dan kebaikannya, maka engkau akan dapati kebaikan sebanyak yang ada pada dirinya dan itu akan membahagiakan hidupmu.

Oleh karena itu, hormatilah dirinya dan tunjukkanlah rasa kasih sayangmu yang konsisten.

Disamping itu, sayangi dan hormati orang tuanya sebagaimana orang tuamu sendiri. Kemudian jangan sekali – kali membuat ibumu marah kepadamu karena rintihannya akan langsung didengarkan oleh Allah dan kaupun akan mendapatkan hukuman – Nya.

Source : Unknown.

semoga bermanfaat untuk semua.. ^^

"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)